BAHLIL UMUMKAN HARGA PERTAMAX TURUN JADI RP10.500 PER LITER

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
FACEBOOK
KANAL ADUAN
FACEBOOK
BUKTI ADUAN
GAMBAR
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
740 KALI

Kamis, 18 Juni 2026

[HOAKS : FABRICATED CONTENT]

Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan foto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan narasi bahwa harga Pertamax akan turun menjadi Rp10.500 per liter mulai besok karena harga minyak dunia mulai turun.

CEK FAKTA :
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Berdasarkan verifikasi Kompas Cek Fakta, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia maupun pemerintah yang mengumumkan penurunan harga Pertamax menjadi Rp10.500 per liter. Narasi pada unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi informasi yang tidak sesuai dengan fakta.

Faktanya, Pertamina justru melakukan penyesuaian naik terhadap harga Pertamax pada 10 Juni 2026. Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter. Penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan mekanisme harga BBM nonsubsidi yang berlaku.

Dilansir dari CNA, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar dan perkembangan harga energi global. Tidak ada pernyataan resmi yang menyebut harga Pertamax akan turun menjadi Rp10.500 per liter sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut.

Dengan demikian, narasi yang menyatakan Bahlil mengumumkan harga Pertamax turun menjadi Rp10.500 per liter merupakan informasi yang tidak berdasar dan menyesatkan.

KESIMPULAN :
Klaim bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan harga Pertamax turun menjadi Rp10.500 per liter adalah Tidak Benar..

Faktanya, tidak ada pengumuman resmi mengenai penurunan harga tersebut. Sebaliknya, harga Pertamax per 10 Juni 2026 justru mengalami kenaikan menjadi Rp16.250 per liter di DKI Jakarta sesuai penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

RUJUKAN :
KOMPAS CEK FAKTA
CNA